Antara Pluralitas Dan Resolusi Konflik

Arifman,M.Fil.I : Fenomena Ahok menjadi bias bagi umat muslim, kasus Penodaan agama yang menjadi viral dimedia-media saat ini baik di tingkat nasional maupun internasional seakan akan berubah menjadi sebuah hal yang sangat kontroversial. Dinyatakan kontroversi karena Ahok secara berani menyinggung wilayah paling sensitif dalam agama Islam. Ahok dalam kekontroversian nya itu seakan-akan mendadak menjadi seorang “Mufassir” handal dalam kompetensi keilmuannya. Akibat dari semua timbulah gejolak sosial atau reaksi sosial karena ketersinggungan kaum muslimin atas penodaan tersebut, hal ini dimulai dengan deretan aksi demo sejak bulan november yang dinamakan Aksi “411” sampai pada aksi yang baru kemaren di laksanakan yang dinamai dengan Aksi “112”. Bias dari ucapan Ahok adalah sikap intoleran, padahal Islam melarang sikap primordialisme dan chauvinisme dalam arti merendahkan agama lain.

Efek domino dari kontroversi Ahok adalah adanya kompleksitas polarisasi yang berbau kelompok, ras dan agama. Jika ini yang terjadi, maka kerugian besar akan melanda bangsa ini. Berbagai kericuhan dan konflik sosial bisa terjadi dan akan merobohkan sendi-sendi keharmonisan antar anak bangsa di negeri ini. Sebab siapapun orangnya, apapun agamanya jika merasa kitab yang diyakininya dinistakan oleh orang lain, maka akan menimbulkan reaksi paling dalam dari setiap manusia. Demi agama yang diyakini, seseorang akan rela menyerahkan nyawanya, sebab begitulah ajaran setiap agama.

Gelombang polarisasi berbasis ras dan agama akan menimbulkan kekacauan sosial yang sulit untuk diselesaikan, karena menyangkut keyakinan. Pihak-pihak yang pro dan kontra Ahok bisa dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab sebagai pemicu adu domba sesama anak bangsa. Sebab berbagai aksi umat Islam sebenarnya murni tuntutan hukum yang adil bagi orang yang telah menimbulkan gejolak sosial, bukan karena kebencian ras apalagi agama. Islam sendiri adalah agama yang menghargai keberadaan suku, ras dan agama lain. Karena itu Islam melarang umatnya menghina agama lain.

Allah dengan tegas menyatakan dalam surat al An’am ayat 108 yang menyatakan,` “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Islam adalah jalan hidup yang tidak hanya berdimensi ritual, Islam juga memiliki dimensi sosial dan peradaban. Karena itu kemajuan Islam bukan hanya ditimbang dari sisi ritualistik semata, melainkan juga ditimbang sejauh mana Islam memancarkan rahmat bagi kehidupan manusia dan alam semesta. Kemuliaan Islam bukan hanya untuk dirasakan oleh individu tapi untuk seluruh manusia di dunia. ”Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS Al Anbiyaa : 107).

Islam mengikrarkan dengan jelas akan kesatuan manusia di alam semesta antara seluruh penduduk dan masyarakat. Semua itu dalam satu lembah kebenaran, kebaikan dan kemuliaan. Karena itu Islam telah menaklukkan berbagai macam penduduk, memberikan asas yang mengandung pokok-pokok dasar universal yang menghimpun secara nyata. “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS Al Hujurat : 13).

Dalam perspektif historis, pengetahuan dari berbagai bidang keahlian, peradaban ilmiah dengan berbagai macam bentuknya dapat dirasakan oleh penduduk dunia dalam bentuk peradaban Islam. Peradaban Islam punya andil besar dalam membina peradaban kemanusiaan yang manusia dan mulia. Kecintaan muslim kepada agama dan ilmu telah memberikan sumbangsih dalam pergerakan ilmiah, dalam karya-karya mereka bahkan hingga mencapai puncak kecermelangannya. Peradaban Islam hadir dengan memberikan manfaat universal berupa perdamaian, kesejahteraan dan kemuliaan bagi seluruh manusia.

Islam adalah manhaj kehidupan bagi kebaikan manusia seluruhnya sebab ia berasal dari sang Pencipta manusia. Islam adalah manhaj kehidupan yang realistik, dengan berbagai susunan, sistematika, kondisi, nilai, akhlak, moralitas, ritual dan begitu juga atribut syiarnya. Ini semuanya menuntut risalah ini ditopang oleh power kekuasaan yang dapat merealisasikannya. Ditopang oleh manusia-manusia amanah dengan ketundukan jiwa secara bulat kepadanya, disertai ketaatan dan pelaksanaan.

Karena itu, praktek kehidupan yang majemuk dan pluralistik telah menjadi catatan emas dalam kehidupan masyarakat dibawah nilai-nilai Islam. Islam dengan adil memberikan perlindungan bagi semua kalangan, lintas sosial, suku bangsa, bahkan hingga lintas agama. Islam tidak mengenal istilah mayoritas dan minoritas.

Sistem Islampun bisa dijadikan sebagai solusi atas berbagai konflik sosial pada masa Rasulullah maupun pada masa kini dan yang akan datang. Resolusi konflik perspektif Islam telah dengan indah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Islam hadir justru di tengah bangsa Arab yang telah ratusan tahun mengalami konflik sosial berupa perang suku. Islam hadir dan mampu menciptakan perdamaian diantara pihak-pihak yang bertikai saat itu.

Ada beberapa model yang dilakukan oleh Rasulullah baik pada masa dakwah maupun masa kekuasaan Islam dalam menghadapai berbagai konflik sosial yang kreatif dan tanpa kekerasan. Misalnya Nabi menggunakan model mediasi, negoisasi dan problem solving dalam menyelesaikan konflik sosial yang terjadi. Bukan hanya sampai disitu, dalam menghadapai dan menyelesaikan berbagai peristiwa konflik sosial, Rasulullah melakukan strategi model yielding (mengalah), withdrawing (menarik diri dan meninggalkan lokasi konflik) serta model contending (melawan atau berperang).

Ahmad Tajuddin mencatat beberapa etika resolusi konflik perspektif sunnah Nabi dalam kajian Sirah Nabawiyah. Diantaranya adalah proses resolusi konflik yang memiliki beberapa prinsip yang telah dijalankan oleh Rasulullah SAW. Setidaknya ada enam prinsip proses resolusi konflik ala Rasulullah, diantaranya nirkekerasan, cinta kasih, keadilan, keterpercayaan, perdamaian dan ketidakberpihakan.

Adapun prinsip lainnya berkaitan dengan tujuan resolusi konflik menuju transformasi konflik (outcome), diantaranya adalah kemaslahatan, persaudaraan, perdamaian, pengampunan dan kebebasan. Kelima prinsip tujuan dalam penanganan konflik ini telah dilakukan oleh Rasulullah dalam berbagai perisitwa konflik masa itu.

Sebagai contoh pada perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah dengan indahnya melakukan sebuah upaya resolusi konflik yang oleh para sahabat sempat disalahartikan. Dalam perjanjian itu seolah Rasulullah merendahkan diri dan mengalah dalam arti sebuah kekelahan. Namun Rasulullah melihat jauh kedepan tentang masa depan dakwah Islam di Mekkah. Dengan strategi Rasulullah, justru gerakan dakwah Islam semakin meluas dan Islam berkembang lebih pesat.

Karena itu, penting ditegaskan bahwa Islam adalah sistem hidup yang justru melindungi pluralitas atau kebhinnekaan masyarakat. Islam juga memiliki mekanisme yang adil bagi resolusi konflik sosial. Nilai-nilai Islam memiliki dimensi sosial universal yang menempatkan manusia sebagai hamba Allah yang berhak mendapat perlindungan dan kesejahteraan. Islam bahkan tidak pernah memaksakan manusia untuk memeluk agama Islam.

Dalam sistem hukum Islam, nilai-nilai kemanusiaan sangat dijujung tinggi. Seluruh masyarakat dibawah sistem hukum Islam akan diberikan jaminan dan perlindungan agar hidup damai dan sejahtera. TW Arnold dalam bukunya The Preaching of Islam menyatakan bahwa Uskup Agung Kristen dan Sinoda Agung bebas memutuskan segara hal yang berkenaan dengan keyakinan dan dogma tanpa menerima intervensi apapun dari negara (daulah). Sesuatu yang justru tidak pernah terjadi pada masa pemerintahan para Kaisar Byzantium.(Pdw)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *