KEMERDEKAAN DALAM DIMENSI KEMANUSIAAN DAN KEINDONESIAAN

Oleh : Indra Mustika, S.Sy Sudah 72 tahun lebih Indonesia merdeka sejak diproklamasikan teks kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno, bertempat di Jln. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, yang pada waktu itu sebagai rumah tempat tinggal Soekarno. Ibarat Kilat, Prokalamasi ini menjalar ke seluruh pelosok tanah air yang disambut dengan gagap gempita oleh seluruh rakyat. Dalam proses perjalanan negeri ini, dari sejak kemerdekaan sampai pada kekinian, berbagai dinamika menemani bangsa ini dalam berpikir dan berikhtiar untuk pengewajantahan tujuan […]

Read more

Preman Plat Merah

Puisi Propokatif By : Syafir Percikan darah itu masih begitu nyata¬†Terukir dalam Untain sejarah. Seruan sorak Sorai kemerdekaan menggema di seluruh sudut Negri. Menjadi Pertanda Bahwa Harapan Telah Tunai. Bangsa Telah Merdeka… Meski Tetesan Air Mata Anak Istri Pahlawan Masih basah di pipi merah. Ditinggal Syahid Sang ayah… Berjuang untuk kata yang di teriakkan. Merdeka!…. Ouh . . . 73 Tahun… sudah sudah berlalu… Tanah Tunai, Alam Saksi, Darah Bukti, Air Mata Mengalir. Bahagia Di ujung perjuangan… Telah Terusir Kompeni-Kompeni […]

Read more

Pecundang Gagah

By : Sang Musyafir Puisi Propokatif Katanya Kaya… Hasil Alam Berlimpah… Tapi rakyat tetap susah… Ada apa?… Simiskin omong besar. Sok jago dikandang lemah. didalam rumah bag majikan. Diluar bersimpuh sembah. Tunduk penguasa gagah… Pada Kegelapan penguasa harta. Bala Tentara menjadi tameng. Penutup malu Upeti Emas Segunung Gagah. Pembayar utang, Yang Tiada berkesudah. Diulah pengecut duduk disingga sana emas. Seolah tiada salah yang patut di akui. Saran ditumpuk menjadi basi. Pamer kerendahan hati… Tampil seoalah Memang peduli. Tapi di dabalik […]

Read more

Revitalisasi Peradaban Umat dan Bangsa

By : Irwanto, Reformasi sudah lama berlalu, mungkin kalimat itu yang sering mengaung dan berdenting di telinga pada 18 tahun yang lalu. Banyak pula orang yang mengkambinghitamkan reformasi dengan melegalkan penjarahan, kerusuhan, dan segala bentuk konotasi miring lainnya, sehingga terjadi krisis ekonomi, politik, budaya, serta krisis multidimensi lainnya. Sungguh sangat naif kalau kran reformasi yang telah dibuka justru malah berupaya untuk menutupnya kembali. Disinilah awal mulai bermuhasabah (instrospeksi diri) apakah reformasi yang salah atau manusianya yang keliru menterjemahkan makna reformasi […]

Read more

Negeri Ku Hebat

By : Ahmad Satria Sebuah Puisi Propokatif… Negeriku dihuni orang-orang hebat. Berapa banyak pejabat yang kurang sehat? Masalah proyek berdebat, namun abaikan masalah rakyat. Negeri yang alamnya kaya, namun lihat berapa banyak rakyat teraniaya? Negri yang bercita- cita anak bangsanya harus cerdas, namun terbalik menjadi tertindas. Dimana masa depan republik. Jika dikuasai orang-orang licik,serta otak picik Yang menolak akan kritik. Siap-siap menunggu kehancuran jika hanya berduduk diam orang baik. Para mahasiswa dan pemuda arah bangsa tergenggam ditangannya. Sekarang juga diam […]

Read more