Kerinci Dan Misteri Orang Pendek “Adalah Aset Budaya”

 

‘ALC Memajukan dan Memperkenalkan Kebudayaan Kerinci’ Pada hari sabtu 29 Juli 2017 jam 10.00 Wib s/d Selesai, kajian Akademi LAPIK Center kali ini agak berbeda, karena temanyapun tidak biasa, pada kali ini mencoba mengelaborasi kearifan lokal tentang ‘Misteri Orang Pendek Kerinci’ Narasumbernya peneliti Muda R Dally Sandradiputra yang bukunya telah terbit serta mendapat kesempatan representasi di UNAND.
Kemudian juga dari Petualangan Joni Masrul yang mempunyai segudang pengalaman tentang perjalanan di hutan. R. Dally sebagai pemateri mengatakan bahwa kajian ini bukan tentang ANTROPOLOGI tapi skriptozoologi, dimana peneliti mencari transmisi orang hutan dengan hewan, manusia pendek memang ada di Kerinci ini hasil penelitian saya. Ini bagian dari kearifan lokal yang harus diperkenalkan secara Nasional bahkan Internasional, sehingga menarik minat torizem ke Kerinci. Namun sayang seribu kali sayang perhatian pemerintah kurang untuk tidak mengatakan tidak ada. Lihat saja festival danau Kerinci.
Kemudian narasumber kedua joni Masrul akrab di panggil bg jon, menjelaskan sekarang hutan kita sudah banyak dijadikan studio, tempat sellfi tapi kurang rapi hingga hutanpun mati bahkan terjadi irasi. Sampah bertebaran di tempat wisata pegunungan.
Dari dua narasumber menyarankan kepada ALC harus menjadi Gerda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kearifan lokal, tentu dengan kajian seperti ini yang mencerdaskan.
ALC Mengajak pada pemerintahan untuk memperhatikan penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Intelektual Muda serta memperkenalkan entitas kebudayaan dan keunggulan daerah kita, sehingga Kekayaan dan keberagaman sosial serta alam buminya Indonesia salah satunya yang menjadi Icon adalah di KERINCI.
#AYO-KE-ALC (Terbuka, Bebas dan Egaliter). 29/07/17 (Prd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *