Menulis Adalah Keabadian

Kata Emha Ainun Najib, “Sastra adalah energi batin yang mengisi ruang kosong yang harus ada, niscaya dan luar biasa pada diri manusia.”

Kalau ruang kosong di otak terisi dengan pengetahuan tapi sering ruang hati kosong.

Sastra selalu berbicara melampaui batas cakrawala. karena pengarang karya sastra (sastrawan) bertindak sebagai “dalang”, “psikolog”, “filosof” dan “futurolog”.

Zaman senantiasa berkembang dalam setiap dekade, budaya pun melesit mengitari periodesasi, dan sastra juga meliputi dimensi-dimensi tanpa ruang dan waktu, tergantung imajenasi pengarang.

Sesungguhnya sastra bukan persoalan agama, filsafat, ipteks dan primodialisme sektarian serta entitas lainnya. Tapi sastra adalah nilai-nilai universal yang ada dalam setiap kehidupan umat manusia.

Semoga Anda dapat menelusurinya dalam Novel: ‘BERSELIMUT SURBAN CINTA.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *