Preman Plat Merah

Puisi Propokatif

By : Syafir

Percikan darah itu masih begitu nyata Terukir dalam Untain sejarah.

Seruan sorak Sorai kemerdekaan menggema di seluruh sudut Negri.
Menjadi Pertanda Bahwa Harapan Telah Tunai.
Bangsa Telah Merdeka…

Meski Tetesan Air Mata Anak Istri Pahlawan Masih basah di pipi merah.
Ditinggal Syahid Sang ayah…
Berjuang untuk kata yang di teriakkan.
Merdeka!….

Ouh . . .

73 Tahun…
sudah sudah berlalu…
Tanah Tunai, Alam Saksi, Darah Bukti, Air Mata Mengalir.
Bahagia Di ujung perjuangan…
Telah Terusir Kompeni-Kompeni Dari Tanah Subur Titipan Syurga.

Kini Darah, Kembali Mengalir ,Air Mata Kembali Menetes.
Kompeny berganti Sistim, dari Rodi mejadi Otoriter, Oteriter menjadi Demokratis, Dari Demokratis menjadi apatis.

Konkulusi merajalela menjajah batin yang hampa.
Prihatin Sudah, Dimana?…
Dimaanaaaa?…
Dimana Bala tentara Rakayat?…
Suara Toa tiada Menggema lagi…
Mahasiswa di kekang Ijazah…
Waktu wisuda menjadi ancaman..
Kau tertidur wahai bala tentara Rakyat…

Kronis dalam mimpi mu, Kau bawa terbangun dalam dunia mu…

Hingga Preman Plat merah terus berperangai

Sepeda butut Berganti Ducati.

Carri Berganti Perari…

Darimana?…

Darimana?…

Dari Semua itu?…

Rakyat lah asalnya…

Rakyat…

Rodi nyata memang telah berhenti.

Tapi rodi snuyi kian menjadi.

Rakyat di paksa kerja mandiri.

Para Petinggi Malah Korupsi…

Banggggsaaaat…

Gemaa….

Gemaaaaaakan…

Kata Banggsssssat…

Sebagai Balasan Bagi Penghianat.

Yang tak pernah manis untuk rakyat…

Tumpas…



09 Agustus 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *