Profil

LAPIK CENTER

LEMBAGA PENGKAJIAN ISLAM DAN KEBUDAYAAN

Khazanah Keilmuan dalam Bingkai Kebudayaan

LATAR BELAKANG

Problematika beragama diabad globalisasi mengalami batu ujian yang berat, karena berhadapan dengan era kelimpahan semua sektor kehidupan, sehingga agama yang dianggap wilayah privat sering berbenturan dengan kepentingan publik. Benturan tersebut berkembang pada cara pandang keagamaan yang ekslusif tanpa bisa terbuka menerima pandangan yang lain dengan stigma, dogma, dan doktrin keagamaan. Dan, pada akhirnya berujung dengan sikap penyudutan dan vonis yang tidak mengindahkan harmoni sosial dan budaya sebagai bangsa.

Lembaga Pengkajian Islam dan Kebudayaan (LAPIK CENTER) merupakan wahana pengembangan pemikiran Islam yang penuh keragaman menjadi kekhasan Indonesia yang mengedepankan cara pandang agama yang terbuka, moderat (wasathiyah), argumentatif dengan citra Islam yang ramah, sejuk, damai, humanis dan berbudaya.

LAPIK CENTER diharapkan menjadi mediasi perbedaan pemikiran dengan mengedepankan dialog dan komunikasi dalam bingkai budaya Indonesia sehingga terbangun kesadaran dan keadaban. Ini berhadapan dengan realita kehidupan beragama dan berbudaya yang terkadang intoleran dan sikap eksklusif lainnya.

VISI

Lembaga studi  dan budaya yang meneguhkan komitmen untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang harmonis, demokratis, dan berkeadaban serta berbudaya Indonesia yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan Indonesia. 

MISI

  1. Mengembangkan wacana dan pemikiran alternatif tentang kajian ke-Islaman dan kebudayaan Indonesia.
  2. Melakukan proses penguatan masyarakat madani dengan gerakan literasi dan kebudayaan di lingkungan masyarakat, kampus perguruan tinggi, sekolah/madrasah dan pesantren, perkantoran, ormas dan OKP, komunitas/paguyuban serta masyarakat pinggiran di akar rumput.

NILAI-NILAI

  1. Keadilan
  2. Kebersamaan
  3. Kemandirian

MANDAT

  1. Persemaian wacana dan pemikiran yang kritis-konstruktif dan kritis-solutif yang berkaitan dengan ke-Islaman dan kebudayaan Indonesia.
  2. Penguatan masyarakat madani dengan gerakan literasi dan kebudayaan di lingkungan masyarakat, kampus perguruan tinggi, sekolah/madrasah dan pesantren, perkantoran, ormas dan OKP, komunitas/paguyuban serta masyarakat pinggiran di akar rumput.

ISU STRATEGIS

  1. Penguatan pemikiran Islam dan budaya keberagamaan yang moderat, terbuka, toleran dan inklusif.
  2. Memperkuat jaringan untuk pemberdayaan masyarakat madani di segala lini.
  3. Berpartisipasi dalam menciptakan sistem politik yang demokratis dengan edukasi politik yang sehat dan mencerdaskan.
  4. Memperkuat kapasitas lembaga dengan gerakan literasi semua lini pendidikan.

HIRARKI TUJUAN

Tujuan Umum

Terciptanya masyarakat Indonesia masyarakat yang harmonis, demokratis, dan berkeadaban serta berbudaya Indonesia yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan Indonesia.

Tujuan Khusus

  • Memperkuat proses harmonisasi dan demokratisasi di Indonesia.

Sasaran:

  • Meningkatkan kemampuan diri (skill) dalam mendorong budaya keberagamaan yang moderat (wasathiyah), terbuka, inklusif dan toleran.

Kegiatan:

  1. Riset dan kajian pemetaan wacana dan pemikiran Islam, gerakan Islam dan penguatan masyarakat madani.
  2. Penerbitan jurnal dan buletin keagamaan dan kebudayaan yang meneguhkan dan mencerahkan, serta penerbitan buku-buku bermutu yang menampilkan kekhasan Islam dinamis dan transformatif serta antologi puisi, kumpulan cerpen, essay dll.
  3. Kajian intensif tentang pemikiran ke-Islaman dan kebudayaan.
  4. Melakukan pelatihan menulis dan seni retorika.
  5. Melakukan pelatihan seni-budaya.
  6. Meningkatkan keterlibatan institusi dalam mendorong terciptanya sistem politik yang sehat, cerdas dan demokratis.

Kegiatan:

  1. Riset dan kajian isu politik aktual untuk edukasi masyarakat sebagai pemilih yang cerdas dalam rangka penguatan  masyarakat madani.
  2. Voters education.
  3. Public education.
  4. Menyusun policy paper tentang tentang berbagai kebijakan publik.
  5. Edukasi peranserta perempuan di wilayah publik.
  6. Melakukan penguatan organisasi masyarakat madani untuk memperkuat proses harmonisasi dan demokratisasi di Indonesia.

Sasaran:

Memperkuat jaringan kerjasama dengan organisasi masyarakat (ormas), organisasi kemahasiswaan, Organisasi Kepemudaan (OKP), komunitas/paguyuban serta organisasi wanita, dalam rangka mendorong budaya keberagamaan yang moderat (wasathiyah), terbuka, inklusif dan toleran yang merupakan kekhasan masyarakat madani.

Kegiatan:

  1. Seminar, sarasehan, fokus group diskusi, simposium, debat, dialog, diskusi panel, Launching buku, album, film, dll.
  2. Membuat konsorsium atau koalisi isu-isu strategis.
  3. Memperluas jaringan di kalangan remaja, mahasiswa, kaum muda, akademisi, ulama, dan lintas profesi, serta figur aktivis akar rumput yang memiliki keteladanan dalam pemberdayaan masyarakat madani.
  4. Melakukan gerakan literasi, budaya dan kemanusiaan.
  5. Mengadakan lomba menulis, seni dan budaya.
  6. Memperkuat kapasitas diri sebagai institusi.

Sasaran:

Semua struktur LAPIK CENTER.

Kegiatan:

  1. Pelatihan capacity building bidang analisis sosial.
  2. Pelatihan manajemen lembaga swadaya masyarakat.
  3. Pelatihan penelitian dan komunikasi publik.
  4. Pusat data dan Informasi.

DAYA DORONG

  1. Pemberdayaan diri
  2. Pengkhidmatan
  3. Sensitifitas kemanusiaan

PRINSIP KERJA

  1. Integritas
  2. Visioner
  3. Profesionalitas
  4. Inovatif
  5. Akuntabilitas
  6. Netralitas
  7. Kebersamaan
  8. Kesetaraan gender

RAMBU-RAMBU

  1. Menghindari birokratisasi dan birokratisme baik internal maupun eksternal.
  2. Menghindari primodialisme sempit dan sektarianisme.
  3. Menghindari project oriented.
  4. Menjaga jarak dan sikap dengan kepentingan politik praktis.
  5. Menjaga marwah diri dan institusi