Tanggung Jawab Kemanusiaan

“Tanggung Jawab Kemanusiaan Lebih Dahsyat daripada Status Sosial dan Jabatan”

Untuk membahas hal tersebut, Edomi Saputra dari Jurnal LAPIK CENTER mewawancarai Irwanto Al-Krienciehie, pendiri LAPIK CENTER yang sangat intens melakukan edukasi ke masyarakat akar rumput dan sangat serius menunjukkan empati dengan kaum mustadha’afin, warga pinggiran. Berikut ini petikan dialog dengan aktivis kemanusiaan, perdamaian, dan kebudayaan.

Apa yang melatarbelakangi diinisiasi lahirnya LAPIK CENTER?

Saya merasa punya tanggung jawab kemanusiaan terhadap berbagai problematika masyarakat di akar rumput, khususnya yang berhubungan dengan keilmuan dan kebudayaan, termasuk juga kemanusiaan. Kemudian, saya melihat intensitas teman-teman sesama aktivis dari berbagai profesi dan organisasi fokus untuk melakukan proses pemberdayaan pada masyarakat, edukasi di kampus, sekolah/madrasah dan pesantren serta berbagai lini kehidupan. Maka potensi positif itu saya anggap sumber kekuatan untuk melakukan penguatan masyarakat madani yang berbasis keilmuan dan kebudayaan.

Nilai-nilai dan daya dorong apa yang menjadikan LAPIK CENTERurgens untuk masyarakat akar rumput?

Narasi Islam dan agama lainnya serta identitas budaya Indonesia mengajarkan nilai-nilai luhur yakni keadilan, kebersamaan,  dan kemandirian. Nilai tersebut mendorong pribadi aktivis akar rumput untuk memandang orang lain bukan dalam katagori materialime dan sekulerisme, akan tetapi sebagai manusia ciptaan Allah yang mengemban amanah sebagai “mandataris” Tuhan di bumi. Esensi itulah yang mendorong kita bersama untuk fokus dan serius melakukanpemberdayaan diri, pengkhidmatan pada negeri, dan dengan semangat egaliter menunjukkan sensitivitas kemanusiaan universal.

Apakah LAPIK CENTER tidak ‘merembet’pada politik praktis dan pencitraan diri?

Sesungguhnya tanggung jawab kemanusiaan lebih dahsyat daripada status sosial dan jabatan. Kedudukan dalam struktur LAPIK CENTER semuanya sama, yakni sama-sama bekerjasama. Saya hanya mengajak teman-teman dan menginisiasi, selebihnya kita harus kerja keras, ikhlas dan selalu berpikir positif.

Kita tidak akan membawa LAPIK CENTER ke arah politik praktis, karena kita punyai rambu-rambu. Kita mengedepankan keteladanan, bukan pencitraan! Maka, kita mengedukasi masyarakat akar rumput untuk melihat politik sebagai proses demokratisasi. Jadi, gunakanlah hak politik secara sehat dan cerdas. Jangan karena perbedaan pilihan saudara yang sakit tidak dikunjungi, jangan karena ‘selisih’ nomor pilihan warga yang meninggal dunia tidak ikut ‘dibelasungkawai’, dan jangan karena tidak bernasib baik dalam pilkades lalu memusuhi tetangga, mengintimidasi, membakar dan perilaku anarkis lainnya.

Sedangkan masalah pencitraan. Bagi kita yang di LAPIK CENTER, kita adalah bagian dari ‘mustadha’afin’, yakni yang termarginalkan secara ekonomi, yang terpojok dalam birokrasi, yang ‘tertohok’ dalam status sosial, dan ‘terhinakan’ dalam politik. Maka, karena kita lahir dari ‘rahim’ akar rumput, jadi kitalah yang harus bersemangat bersama masyarakat akar rumput untuk menata tatanan kehidupan kembali dengan semangat keilmuan dan kebudayaan, supaya tidak tercerabut dari budaya Indonesia yang inklusif, toleran, wasathiyah, damai dan beradab.

Jadi, bukan wadah pencitraan diri tapi lebih kepada aktualisasi diri. Semua teman-teman kita sudah lama teruji melakukan edukasi dan pemberdayaan. Maka bukan pencitraan diri tapi aktualisasi diri.

Peran-peran apa saja yang telah dirintis LAPIK CENTER bagi generasi muda?

Khusus generasi muda, kita sangat konsen pada gerakan literasi, seperti: seminar, diskusi, fokus group diskusi, sarasehan, bedah buku, diklat menulis, lomba cerita rakyat, dan sejenisnya. Sedangkan untuk budaya, para aktivis kita serius menggarap teater, drama, lagu daerahdan kesenian rakyat.

Di akar rumput kita intens membangun komunikasi lintas profesi dan organisasi serta komunitas/paguyuban, yakni, berupa dialog lintas agama, edukasi politik sehat dan cerdas. Termasuk juga sensitivitas kemanusiaan dengan berperan sebagai relawan kemanusiaan di BAZNAS, yakni, menginventarisasi warga pinggiran yang miskin (mustadha’afin) baik masyarakat maupun siswa dan yang terlantar. Kemudian, kita ikut serta mendistribusikannya ke mustahik tersebut. (red/edo)                                 

Irwanto Al-Krienciehie dilahirkan di Renah Bertuah Negeri Melayu Talang Jauh; yakni Pinggiran Atap Sumatera, di bawah kaki Gunung Kerinci tepatnya di tepian Sungai Batang Marao, di Desa Koto Beringin Kecamatan Siulak pada tanggal 2 Juli 1976. Anak di bawah gunung hijau (Anbaguhi) ini menempuh pendidikan di SDN No.69/III Koto Beringin, SMPN Siulak dan MAN Sungai Penuh serta STAIN Kerinci Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah (Perdata Islam) lulus dengan yudisium camlaude.

Ia aktif dalam berbagai organisasi di dusun, kecamatan dan kabupaten, intra- kampus dan ekstra-kampus. Dan, sempat diamanahkan sebagai Sekretaris Umum PD. Ikatan Remaja Muhammadiyah Kab. Kerinci (1994), Ketua Umum Remaja Islam Masjid Al-Mujahidin (RISMA) Kec. Siulak (1997), Ketua Umum PD. Ikatan Remaja Muhammadiyah Kab. Kerinci (1998), Sekretaris Umum  Senat Mahasiswa STAIN Kerinci (1997-1998), President Mahasiswa Pertama STAIN Kerinci (1998-1999). Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Kerinci (2005-2010), Wakil Sekretaris PD. Pemuda Muhammadiyah Kab. Kerinci (2005-2010), Kepala SD Plus Muhammadiyah Kab. Kerinci (2008-2010), Biro Pembinaan Al-Islam dan Ke-Muhammadiyah-an PD. 166 Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kab. Kerinci (2006-2011), Wakil Ketua Bid. Inventarisasi Pembinaan Kelembagaan Pemuda DPD KNPI Kab. Kerinci (2009-2012), Ketua Majelis Seni dan Budaya Islam MUI Kab. Kerinci (2007-2012), Wakil Sekretaris Majelis Dakwah MUI Kec. Siulak (2009-2014), Sekretaris Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Kab Kerinci (2010-2013), Pengurus Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Kerinci (2012-2015), Sekretaris Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Kerinci (2016), Sekretaris Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Kab Kerinci (2014-2017), Pengurus ICMI Kab. Kerinci Bid. Politik dan HAM (2015-2020).

Dalam dunia menulis dimulainya semenjak di kelas 2 SMP sampai sekarang. Sudah ada beberapa karya tulis yang dihasilkan antara lain adalah Kumpulan Puisi seperti: Petisi Sang Penyair (2000), Secercah Cahaya dan Relung Kalbu (2002), Pusaka Terpendam (2004), dan Kumpulan Cerpen dan Puisi Hijrah Cinta (2006). Sementara itu naskah Drama yang pernah ditulis dan dipentaskan antara lain adalah: Iman Pagar Zaman (1997), Penggilan Hati Renungan Jiwa (1999), Gejolak Anbaguhi (2003),  dan Embun di Atas Kaca (2004).

Sedangkan karya tulis dalam bentuk buku ilmiah dan fiksi yang pernah diterbitkan adalah: TELAGA HATI: Meraih Kearifan Intelektual dan Spritual Lewat Kata-kata Bijak dan Bahasa Kalbu (Penerbit: Al-Mawardi Prima Jakarta, Januari 2006), dan Novel Berselimut Surban Cinta (DIVA Press Yogyakarta, Maret 2008, telah memasuki cetakan kelima), dan Mujahid Cinta  (DIVA Press Yogyakarta, November 2008), kumpulan cerpen  Gerimis di Atas Sajadah (Garailmu, DIVA Press Yogyakarta, Februari 2009), Untukmu Serojaku; Catatan Hati Buat Ukhti (Garailmu, DIVA Press Yogyakarta, Juli 2009). Serta Pendidikan Karakter; Pendidikan Berbasis Agama dan Budaya Bangsa (Pustaka Setia, Bandung, 2013).

Sementara itu, penulis yang mengkhidmatkan dirinya sebagai Guru, Penulis, Pembicara Seminar, Narasumber forum diskusi, Trainer berbagai Diklat, Mubaligh dan sekaligus Pekerja Sosial  atau aktivis, telah banyak mempublikasikan karya tulis yang berbentuk karya jurnalistik, baik refortase maupun artikel di berbagai media lokal dan nasional seperti: Kerinci Independent, Kerinci Pos, Jambi Independent, Posmetro Jambi, SKM Bidik Bengkulu, Buletin Uswah, Buletin Ridho, Buletin Al-Afkar, JurnalIslamika STAIN Kerinci, SKM Siasat, Buletin Al-Mujahidin, Buletin Ulul Albab, Buletin Al-Madani, Buletin GEMPITA, Buletin USWAH, Buletin ADZAN, Tabloid Pendidikan Lensa Ekspres, Tabloid Jumat (Jakarta), Majalah Sabili (Jakarta), Majalah Suara Jumat (Jakarta) dan Suara Muhammadiyah (Yogyakarta). Bagi yang ingin menyampaikan kritik dan saran atau hendak berkomunikasi dengan penulis silakan menghubungi ke alamat: RT.02 No.17 Koto Beringin Siulak. Kab. Kerinci-Jambi  KP.37162 atau RT. 003 Afdeling C Desa Bento Kec. Kayu Aro Barat Kab. Kerinci-Jambi KP. 37163.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *